Menjadi Orangtua Efektif
by rizal (12/09/2007 - 21:00)
|
||||||||||||||||||
| Lain lagi kisah Mia, yang bingung menghadapi pertanyaan si Sulung (9), yang mulai tanya-tanya 'menyerempet' soal seks. "Bagaimana sih adik bayi dibuat? Katanya Mama mesti pacaran ya sama Papa..." ujar Mia yang risau bagaimana harus menjawab pertanyaan sulung yang memang kritis, baik di keluarga atau sekolah. Nah, terdengar familiar kan? Anda yang kini menjadi orangtua tentu sering menghadapi pertanyaan kritis dari buah hati yang menuntut jawaban. Jika Anda salah menjawab atau bersikap, wah akibatnya bisa terbawa sampai anak dewasa lho. |
||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||
| Untuk pertanyaan mengenai seks, Frieda menyarankan anak diberi pengarahan sesuai tingkatan usia. "Tidak usah pakai teori muluk-muluk seperti pertemuan sel telur dan sperma yang sulit dibayangkan anak usia 9 tahun," ujarnya. Berikan saja jawaban bahwa orang yang sudah menikah, seperti papa dan mama, boleh memiliki anak. Namun bagi yang belum menikah, tidak boleh. "Bisa juga memasukkan unsur moral dan agama, antara yang boleh dan tidak boleh dilakukan jika seseorang tidak terikat tali perkawinan atau sebaliknya," imbuh Frieda. Bagaimana jika anak suka 'mencela' orang lain ? Bagi si 2 tahun sebenarnya dia belum paham bahwa perkataannya menyakiti orang lain. Namun Anda perlu menekankan bahwa hal itu tidak boleh dilakukan dan jangan diulang lagi lain kali. Jika orang yang 'dicela' itu mendengar komentar si kecil, mintalah maaf padanya, namun jangan berlebihan. Shahnaz Haque, presenter dengan tiga putri, pernah punya pengalaman serupa soal perilaku anak. Naz mengaku anaknya pernah mengatakan hal yang kurang sopan saat ditanya mengenai hobinya, yang dijawab dengan--maaf--'kentut.' Lantas apa jawaban Naz sebagai orang tua untuk 'menetralisir' kondisi? Ternyata Naz memilih pasang wajah datar, pura-pura tidak terpengaruh oleh jawaban 'aneh' si anak. Namun setelah itu Naz akan memberi tahu bahwa jawaban itu kurang tepat, dan memberikan alternatif jawaban untuk si kecil Mungkin Anda punya pengalaman yang lebih heboh lagi ? Saya yakin demikian. Hal ini diiyakan Frieda, yang menyatakan peran dan tantangan orangtua masa kini semakin besar, seiring dengan makin kritisnya anak. Cara membesarkan dan mendidik anak akan sangat memengaruhi perkembangan mental buah hati. "Makanya menjadi orangtua efektif itu sudah menjadi keharusan," ujarnya. Menjadi orangtua efektif ternyata tidak sesulit yang Anda kira, hanya memang dibutuhkan ketekunan dan kemauan keras untuk mewujudkannya. Dancow Parenting Center berbagi 10 kiat menjadi orangtua efektif. Yuk kita simak: |
||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||
|
Sumber : http://www.hanyawanita.com





