Halo, saya rizal
Lihat profil


Tag

Syndicate content

Tambahkan ke My Dada

Tambahkan ke My Dada

Share your contents

De.licio.us

Kisah Wanita yang Tengah Menyesal

by rizal (12/09/2007 - 20:47)

Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Ia bingung, linglung. Apalagi kalau teringat peristiwa memalukan itu –di kereta, saat ia berjumpa dengan lelaki yang memberi harapan akan cinta.

Saat itu, ia memang terbuai –persisnya lupa daratan. Beberapa tahun menjanda, mengharap ia akan segera menemukan pasangan yang tepat.

Beginilah kisah awalnya…

Saya sebenarnya tidak pandai bercerita. Ini adalah kisah nyata yang mirip-mirip kisah di novel-novel cinta picisan yang dipajang di pinggir jalan itu. Namun seratus persen ini bukan kisah tentang ‘hasrat’.

Suatu hari, sebuah sms (short message service) nyasar ke handphone miliknya. Dari situ ia tahu, kalau di seberang sana ternyata lelaki. Siapa tahu, pikirnya, kalau lelaki di seberang itu jodohku? Terlebih, sudah banyak kisah perjodohan akibat hal-hal kecil yang tidak disengaja, seperti telepon nyasar, atau bahkan sms nyasar seperti yang ia alami saat itu.

Kemudian, suatu hari, beranikan diri untuk menjalin komunikasi. Mereka saling memperkenalkan diri masing-masing. Namun, si wanita yang saya ceritakan ini, rupanya masih menyembunyikan beberapa hal: usia dan status.

Hubungan mereka berjalan biasa-biasa saja –antara lelaki dan perempuan yang terjalin persahabatan.

“Saya ingin menikah,” ujar si wanita suatu hari. Memang, ia tengah menjalin asmara dengan perwira TNI yang berjanji akan menikahinya. Bukan bermaksud mengagetkan, ia cuma ingin lelaki di seberang sana mengerti tentang hari bahagia yang akan ia jalani.

Namun, apalah kehendak manusia, ternyata pernikahan yang sudah dipersiapkan itu ternyata tidak jadi. Batal. Penyebab batalnya tidak dapat saya ceritakan di sini karena ia juga tidak menjelaskan secara detail. Dan, kejadian ‘pahit’ itu akhirnya ia kenang begitu saja.

Hingga suatu saat…

Lelaki yang belum begitu dikenalnya itu muncul lagi dalam kehidupannya. Mula-mula, ia menanyakan soal pernikahan yang pernah ia kabarkan. “Bagaimana rencanamu menikah?” tanyanya.

Dengan nada sedih, si wanita hanya bisa mengatakan bahwa persiapan yang telah dilakukan itu tidak jadi. Kesedihan tidak dapat ia sembunyikan.

Pria di seberang menyemangatinya. Ia menjadi sedikit terhibur.

Singkat cerita, hubungan mereka pun semakin dekat –walau jauh jarak keduanya dan belum pernah bertatap muka. Pesan cinta kerap ia dengar dari seberang sana. Ia terbuai dengan kata itu. Ia keranjingan dan memang mengharapkan itu. Ia makin mantap setelah pria di seberang sana masih juga yakin akan cintanya setelah menjelaskan status dan usianya kini yang menginjak kepala tiga.

Kemudian, ia memutuskan untuk bertemu. Di sebuah stasiun di pinggiran kota. Di stasiun Sepanjang, di dalam perjalanan, keduanya bertemu. Dagdigdug jantungnya bergetar. Si lelaki itu, yang dari jauh, rupanya masih cukup muda. Ia terpaut usia sekitar delapan tahun! Yang membuatnya lega, si lelaki, rupanya tidak mempermasalahkan perbedaan usia yang terpaut itu. Si wanita rupanya manut saja –hingga akhirnya ia lupa daratan (artinya gitulah…)

Dan akhir dari kisah, ternyata… Tak disangka, perpisahan saat ia mengangarkan itu, juga merupakan akhir hubungan mereka. Lelaki di seberang sana, tidak pernah menghubunginya lagi.

Si wanita menyesal. Ia kemudian berkonsultasi ke psikolog dan dokter. Dengan menyembunyikan identias, si wanita itu ingin masalahnya segera terselesaikan. Memang ia akui, ia telah salah langkah. Dari pejelasan psikolog, ia pun tahu, kalau lelaki di seberang sana tidak pernah mencintainya. Apalagi dirinya bukanlah wanita berada.

Pesan apa yang dapat saya sampaikan kepadanya? Tolong, beri saya jawaban. Mungkin agak memalukan. Namun, inilah sepotong kisah dari kehidupan kita. Saya tidak mengada-ada.


sumber:  http://www.imponk.web.id


Komentar




(Masukkan url blog dan website pribadi anda )

Masukkan teks yang anda lihat ke dalam box

(Hal ini dilakukan untuk mencegah spam)